1.
Apa itu layanan elektronis berbasis terminologi E-Learning
Dunia Pendidikan merupakan
pintu bagi semua ilmu pengetahuan. Seiring dengan perkembangan teknologi, maka
metodologi pembelajaran sudah berkembang pesat. Pembelajaran tidak hanya
terpaku harus bertemu face to face antara pendidik dan muridnya, tugas-tugas
yang dulunya harus dikumpulkan di print-out, sekarang sudah berorientasi
paperless. Penggunaan intranet-internet sudah banyak diaplikasikan pada
sebagian besar perguruan tinggi dan sebagian SLTA-SLTP dalam menunjang kegiatan
belajar mengajarnya.
Deskripsi serta gambaran diatas merupakan salah
satu penjabaran electronic learning yang dikembangkan oleh banyak institusi
pendidikan.
Dari beberapa pengertian
e-learning, dapat disarikan pengertian e-learning, antara lain
(Wikipedia)
Sistem pembelajaran elektronik
atau e-pembelajaran (Inggris: Electronic learning disingkat E-learning) adalah
cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan
konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan
e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di
ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung.
E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu
saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau
program pendidikan.
(gunadharma.ac.id)
E-learning
adalah pembelajaran (distance learning) yang memanfaatkan teknologi komputer,
jaringan komputer dan/atau Internet.
E-learning memungkinkan
pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa
harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas
Sebelum kata e-Learning
menjadi populer banyak istilah yang telah digunakan seperti contoh berikut ini:
·
Pembelajaran
jarak jauh (open distance learning).
·
Pembelajaran
berbasis web (web based training).
·
Pembelajaran
berbasis komputer (computer based training).
·
Pembelajaran
berbasis teknologi (technology based training).
·
Pembelajaran
secara online (online learning).
2.
Jelaskan Alur /proses
Bisnis/mekanisme kerja sistem
E-learning mulai berkembang pesat setelah web 2.0
eLearning 2.0
Istilah e-Learning 2.0 digunakan untuk merujuk kepada cara
pandang baru terhadap pembelajaran elektronik yang terinspirasi oleh munculnya
teknologi Web 2.0.
Web 2.0, adalah sebuah istilah yang dicetuskan pertama kali
oleh O’Reilly Media pada tahun 2003, dan dipopulerkan pada konferensi web 2.0
pertama di tahun 2004. Sistem konvensional pembelajaran elektronik biasanya
berbasis pada paket pelajaran yang disampaikan kepada siswa dengan menggunakan
teknologi Internet (biasanya melalui LMS). Peran siswa dalam pembelajaran
terdiri dari pembacaan dan mempersiapkan tugas. Kemudian tugas dievaluasi oleh
guru. Sebaliknya, e-learning 2.0 memiliki penekanan pada pembelajaran yang
bersifat sosial dan penggunaan perangkat lunak sosial (social networking)
seperti blog, wiki, podcast dan Second Life. Fenomena ini juga telah disebut
sebagai Long Tail learning. Selain itu juga, E-learning 2.0 erat hubungannya
dengan Web 2.0, social networking (Jejaring Sosial) dan Personal Learning
Environments (PLE).
Perkembangan eLearning di Idonesia sejalan dengan perkembangan
Infrastruktur TIK. Beberapa program pengembangan Teknologi Informasi dan
Komunikasi khususnya Infrasruktur adalah:
·
1999-2000 Jaringan Internet
(Jarnet)
·
2000-2001 Jaringan Informasi
Sekolah (JIS)
·
2002-2003 Wide Area Network Kota
(WAN Kota)
·
2004-2005 Information and
Communication Technology Center (ICT Center)
·
2006-2007 Indonesia Higher
Education Network (Inherent)
·
2007-skrg
Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas)
·
2008-skrg Southeast Asian
Education Network (SEA EduNet)
Untuk aplikasinya di dunia pendidikan, dikenal adanya;
• computer based learning (CBL) yaitu pembelajaran yang
sepenuhnya menggunakan komputer; dan
• computer assisted learning (CAL) yaitu pembelajaran yang
menggunakan alat bantu utama komputer.
Seiring dengan perkembangannya. Namun pada prinsipnya
teknologi tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
• Technology based learning, dan
• Technology based web-learning.
Technology based learning ini pada prinsipnya terdiri dari
Audio Information Technologies (radio, audio tape, voice mail telephone) dan
Video Information Technologies (misalnya: video tape, video text, video
messaging).
Sedangkan technology based web-learning pada dasarnya adalah
Data Information Technologies (misalnya: bulletin board, Internet, e-mail,
tele-collaboration).
3.
Implementasi ada dimana saja ???
Mengenai
Implementasi e-learning, dapat terlihat pada sebagian besar perguruan tinggi,
meski belum semuanya namun sudah sangat banyak yang menggunakan e-learning.
Dalam hal ini dapat kita lihat pada web dari tiap universitas, meski secara
objektif dapat kita nilai bahwa tidak sepenuhnya berfungsi dan berjalan seperti
idealnya
4.
Dampak secara ekonomi
Secara Umum,
e-learning masih sebagai penunjang sarana pendidikan. Terutama di Indonesia,
karena jika di implemenatsikan secara penuh maka tidak ada contro terhadap
mahasiswa, berbeda dengan di negara maju yang inisiatif mahasiswanya mempunyai komitmen yang tinggi.
Namun secara ekonomi tentunya banyak waktu yang dihemat karena tatap muka dan
komunikasi dapat dilakukan secara virtual.
5.
Berapa banyak Institusi pendidikan
di Indonesia yang sudah mengadopsi.
Institusi pendidikan di Indonesia teruatama perguruan tinggi sudah
banyak yang memanfaatkan layanan ini, seperti pada deskripsi sebelumnya,
seperti, ITB, ITS, UI, UGM dsb
No comments:
Post a Comment