Wednesday, 25 July 2012

Catatan Perjalanan ke Kawah Ijen

Nicolai Hulot, nama ini masih lekat dalam ingatan Pak Konik, salah seorang petugas jaga di Pos Paltuding. Pos ini merupakan base pendakian ke Kawah Ijen. Nicolai Hulot adalah warga Negara Perancis yang mempopulerkan pesona Kawah Ijen melalui acara “Ushuwaia Adventure” di televisi Perancis. Jadi tidak mengherankan jika mayoritas pengunjung Kawah Ijen merupakan turis warga Negara Perancis.

Kembali ke Pak konik, beliau adalah generasi kedua yang mengabdikan diri sebagai penjaga Pos Paltuding, anaknya yang sulung juga bekerja di Paltuding. Saya sengaja mengangkat nama ini karena dari awal kedatangan kami di Pos Paltuding, beliau sangat membantu rombongan kami. Memasuki Petang hari, beliau mengajak kami mengumpulkan kayu di sekitaran base paltuding, dan kami diberitahu bahwa listrik di Paltuding hanya tersedia mulai pukul 18.00 wib – 21.00 wib.

Setelah terkumpul kayu bakar, Pak konik memberitahu saya mengenai tempat penimbangan belerang yang berada tidak jauh dari lahan parkir Pos Paltuding. Keramahan para penambang menyambut kami, dan mereka mengajak kami berbaur di dekat api ungggun yang sudah mereka buat dari bekas-bekas keranjang bambu tempat menampung belerang yang sudah rusak berat.

Suasana bertambah hangat ketika rombongan kami membagikan rokok kretek kepada mereka (note; bawalah persediaan rokok kretek, karena mereka sangat menghargai ini dibanding dengan pemberian uang). Mereka bercerita mengenai kehidupan para penambang dan tantangan yang dihadapinya

Kebanyakan para penambang berasal dari Banyuwangi, terutama daerah Licin. Dari Licin ke Paltuding ada 2 kali shuttle truck belerang pagi jam 09.00wib dan siang hari pukul 14.00 wib. Jangan anggap remah dan rendah para penambang ini, meski mereka bergelut dengan asap belerang, medan yang curam, namun anak-anak mereka sudah banyak yang melanjutkan studi ke universitas-universitas terbaik negeri ini dari hasil penambangan belerang.

Ketika jam menunjukkan pukul 18.00wib, kami kembali ke Base Paltuding dan sebelumnya kami mengambil foto bersama. Pada jam tersebut juga, pak Koning menyalakan Diesel Generator. Malam itu kami habiskan di warung yang berada di ujung lahan parkir paltuding yang dekat dengan jalur pendakian. Waktu 3 jam aliran listrik ini sangat berharga untuk memastikan battery perlengkapan elektronik, seperti HP, Camera Digital, dsb, diisi penuh.

Diesel generator dimatikan tepat pukul 21.00, kayu-kayu yang kita kumpulkan petang tadi mulai dibakar, dan beberapa penambang ikut bergabung bersama kami, mayoritas penambang disini merupakan suku Osing, dialeknya juga khas dan agak berbeda dengan bahasa Jawa.

Kawasan Ijen dikelilingin oleh Hutan dan perkebunan kopi, menurut penuturan mereka, masih terdapat Harimau di kawasan ini. Dan ada bebarapa kepercayaan masyarakat sekitar kawasan ini yang kuat mengenai keberadaan Harimau ini, antara lain kayu bakar bonggolan (balokan ukuran besar) yang sedang dibakar sangat dilarang untuk di duduki. Karena hal tersebut merupakan sinyal penanda untuk memanggil harimau.

Thermometer di Pos jaga menunjukkan temperature 7oC ketika masuk pukul 00.00wib, dimana kami harus mempersiapkan diri dengan perlangkapan dan juga perbekalan untuk tracking ke puncak. Bagi yang pertama kali datang ke Ijen, sangat disarankan untuk membawa pemandu (sebaiknya juga dari penambang, yang memang sudah hafal jalurnya). Karena beberapa anggota rombongan kami ada yang sudah berkali-kali ke Ijen maka setelah berdoa bersama, kami langsung menyusuri jalur pendakian. Tujuan kami memulai tracking pada pukul 00.00wib adalah agar tidak melewatkan kesempatan melihat Api Biru yang hanya ada di Kawah Ijen.

Mulailah kami tracking, memasuki Km 1, ada 2 orang teman kami yang mulai kelelahan dan salah satunya sudah mual dan muntah, akhirnya kami beristirahat sejenak tiap 100m, meskipun hanya berjarak 3 km, namun jalurnya terus menanjak. Dan tiap berapa ratus meter ada shelter tempat untuk beristirahat. Pada kesempatan ini kami melihat sendiri bagaimana para penambang melaju dengan ringannya menuju ke Kawah.

Komunikasi dengan rekan dalam rombongan sangat diperlukan, karena ketika capek lelah, letih dan konsentrasi menurun maka kadang mudah untuk disorientasi dalam hal apapun, dan itu terjadi dengan rekan kami dari Banyuwangi yang beru pertama kali ke Ijen. Tracking Malam hari sangat berbeda jauh dengan siang hari;, karena pada malam hari selain track yang menanjak, suhu dingin yang menusuk juga menjadi tantangan lainnya.

Tepat Pukul 03.30wib, kami tiba di Puncak kawah, Temperatur Udara dari thermometer menunjukkan 2oC,, 4 orang dari rombongan kami mengalami kelelahan berat, akhirnya di suatu celah tebing kawah, mereka beristirahat. Kami bertiga akhirnya memutuskan untuk melanjutan perjalanan tracking down ke Bibir Kawah. Subhanallah, kami betiga takjub melihat sekilas api biru yang disapu asap belerang dari ketinggian puncak kawah, membuat semangat kami mendekati bibir kawah semakin tinggi.

Rute yang curam dan terjal, ditambah jurang yang menganga di sebelah kami, membutuhkan konsentrasi penuh dari kami bertiga. Kami menyingkir sebentar ketika berpapasan dengan penambang belerang yang mengangkut belerang dari bawah .

Setelah mencapai bibir kawah, tak terasa air mata ini mengalir melihat perjuangan para penambang melawan asap belerang yang beberapa diantaranya tanpa masker bahkan sambil merokok !!! ,,, mereka tanpa kenal lelah melepas bongkahan belerang menggunakan peralatan sederhana sepeti linggis, cangkul, dsb. Belerang tsb dimasukkan dalam keranjang bambu untuk diangkut ke atas kawah, dan kemudian dibawa turun ke tempat penimbangan belerang.

Berat beban belerang di keranjang bambu ini antara 70-100 Kg. Dan tiap Kg hanya dihargai Rp. 650,- !!!. Di bibir kawah ini kami harus beberapa kali membasahi handuk tebal kami dengan air, handuk inilah yang kami jadkan masker,.. setelah mengabadikan momen Api Biru di Bibir Kawah, maka kami harus segera naik kembali ke Puncak kawah agar bisa mendapat sunrise. Kami merasakan bagaimana rute menanjak yang curam dari bibir kawah ke Puncak, berkali-kali kami bertiga harus rehat sejenak untuk mengumpulkan tenaga. Dengan hanya membawa tas kamera yang bebannya tidak sebanding dengan berat keranjang belerang, namun para penambang ini tanpa lelah terus menanjak. Luar Biasa !!!,, seperti kata Pak Tanzil –pimpinan ekspedisi “Ring Of Fire” di Metro tv--,, “In the deep of sadness, there is happiness”.

Mendekati pukul 05.00wib kami mencapai puncak kawah, rekan-rekan kami terlelap dengan nikmatnya ketika kami menghampiri mereka di salah satu celah tebing tempat mereka beristirahat. Perjalanan kami lanjutkan menuju bengunan bekas peninggalan Belanda yang berada di punack kawah sebelah utara,, Disini kami mendapatkan momen sunrise yang cerah, kami menghabiskan waktu yang cukup lama di tempat ini, memandangi Lukisan sang Pencipta yang luar biasa ini.

Setelah mengabadikan momen di puncak kawah, kami tracking down ketika waktu menunjukkan pukul 08.30wib. Mulai berdatangan turis mancanegara ke puncak kawah, beberapa dari mereka menanyakan api biru, dimana setelah matahari terbit memang sudah tidak terlihat. Beberapa dari mereka hanya menyaksikan dari puncak kawah setelah melihat rute curam dan terjal untuk track down ke bibir kawah.

Kami tiba di Paltuding pukul 10.45wib, setelah bersih-bersih, sarapan, kami melanjutkan perjalanan ke Bondowoso, Situbondo, dan berakhir di Cemoro Lawang.

Teradapat 2 rute untuk mencapai Kawah Ijen;

1. Jika anda Backpacker, sebaiknya anda melalui jalur Banyuwangi-Licin-paltuding; meski jalurnya terjal, namun akses transportasinya lebih mudah, dari Stasiun Kereta Api Banyuwangi atau Terminal Bis, anda bisa melanjutak perjalanan ke Licin, dan ada shuttle truk belerang dari Licin ke Paltuding 2 kali sehari. Usahakan sebelum jam 13.00wib anda mencapai Licin karena Shuttle terakhir jam 14.00wib
2. Jika menggunakan mobil pribadi lebih baik dari Bondowoso-gardu atak-Sempol-Paltuding; meski ada beberapa bagian jalanan yang sudah jelek, namun rute ini lebih mulus dibandingkan dari banyuwangi.

E - Commerce


Dalam era perkembangan teknologi seperti sekarang ini, segala aspek kehidupan manusia tidak terlepas dari sentuhan teknologi. Termasuk dalam hal perdagangan, jika dahulu perdagangan dilakukan secara konvensional dalam arti, penjual, pembeli, produk serta tempat usaha diwujudkan secara fisik dan formal sebelum terjadinya kesepakatan, maka saat ini hal-hal tersebut sudah terkikis; semua terhubung dengan internet, dimana produknya dipasarkan  dan dipromosikan lewat internet, pembayaran serta konfirmasi lewat internet serta feedback ataupun testimoni serta keluhan bisa diposting langsung di website yang bersangkutan.
Istilah modern untuk perdagangan modern ini disebut e-commerce; electronic commerce.
Dari deskripsi diatas dengan referensi dari beberapa ahli, ada beberapa pengertian mengenai hal ini, diantaranya;
  • Robert E Johnson (htttp://www.cimcor.com) menjelaskan bahwa e-commerce merupakan suatu tindakan melakukan transaksi bisnis secara elektronik dengan menggunakan internet sebagai media komunikasi yang paling utama.
  • The Society for electronic commerce and rights management (ECARM) menjelaskan bahwa e-commerce secara umum menunjukkan seluruh bentuk transaksi yang berhubungan dengan aktifitas-aktifitas perdagangan termasuk organisasi dan perorangan yang berdasarkan pada pemrosesan dan transmisi data digital termasuk teks, suara, dan gambar-gambar visual.
  • E-commerce.net; secara sederhana menjelaskan bahwa e-commerce adalah menjual barang dagangan dan/jasa melalui internet . Seluruh pelaku yang terlibat dalam bisnis praktis diaplikasikan disini, seperti customer service, produk yang tersedia, kabijakan-kebijakan pengembalian barang dan uang, periklanan, dll.
Dan secara umum, untuk menjual barang di internet diperlukan:
·         Komputer + Server; dibutuhkan server dengan kecepatan serta kapasitas memadai yang memungkinkan secure socket layer mempunyai enkripsi yang aman.
·         Merchant Account; yang diperoleh melalui bank atau institusi  keuangan dan mengizinkan perusahaan menerima kartu kredit atau debet sebagai bentuk pembayarannya. Dan transaksi tersebut Online secara realtime.
·         Website; sebuah laman untuk mempromosikan usaha perdagangan.


Alur/Proses Bisnis/Mekanisme kerja sistem;
Mekanisme e-commerce terdiri dari kerangka dasarnya,  merupakan kombinasi antara komputer, jaringan komunikasi, dan software komunikasi. Didalam strukturnya dapat dibagi menjadi beberapa unsur, antara lain;
  • Jasa Bisnis Umum, yang melayani proses penjualan dan pembelian
  • Distribusi pesan dan informasi , unsur ini menggambarkan bagaimana pemilik usaha memberikan
  • Isi multimedia dan publikasi jaringan, sebagai sarana untuk mengkomunikasikan produk.
  • Internet connection -- information superhighway -- dimana semua aktivitas e-commerce berlangsung.
Sedangkan jenis-jenis e-commerce secara umum ada 2, antara lain Business to Customer dan Business to Business;
  • Untuk business to customer, konsumen secara cermat mempelajari produk yang ditawarkan, kemudian membelinya secara elektronic payment dengan secure payment .
  • Sedangkan untuk business to Business, maka transaksinya adalah antara perusahaan ke perusahaan

Mengenai komponen utama e-commerce terdiri atas;
  • Electronic data interchange; pertukaran data antar komputer atas suatu informasi terstruktur dalam format standar dan bisa diolah dengan komputer
  • Digital Currency; memiliki atribut yang sama dengan madia fisik sebenarnya, baik secara anatomis maupun likuiditasnya.
  • Electronic catalogues; merupakan Graphical User Interface yang pada umumnya berbentuk laman (www.....)
  • Intranet & Internet; melalui jaringan inilah akses informasi maupun transaksi dilakukan secara real time


Implementasi dari e-commerce secara faktual bisa dibagi ke beberapa sistem;
  • Perbankan; dimana bisa melakukan transaksi transfer, cek saldo, pembayaran, pembelian secara online. Hampir sebagian besar perbankan di Indonesia sudah menjalankan e-commerce
  • Perdagangan; sebagian besar e-commerce berada pada jalur ini baik perdagangan oleh perusahaan riil maupun virtual.
  • Public services; seperti pemesanan tiket pesawat, kereta api. Telepon, GSM,, dll.
  • Media massa; ada yang sudah mengeluarkan e-newspaper secara berlangganan
  • Pariwisata; pemesanan Hotel, tour and travel, dll

Dampak Secara Ekonomi dari e-commerce ini bisa disimpulkan, antara lain;
  • Mempersingkat waktu pembelian, sehingga waktu bisa dimanfaatkan untuk hal lain.
  • Menghemat pengeluaran, karena tidak perlu datang langsung kepada penjual, sehingga lebih efisien
  • Pemasaran yang lebih luas, tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk advertorial.
  • Produk akan lebih dikenal secara Global, bukan hanya lokal, sehingga diharapkan pemasaran produknya mempunyai cakupan yang luas.

Perusahaan Indonesia yang sudah mengadopsi;
·         Bank Mandiri, BNI, BCA, dll
·         Telkomsel, Indosat, dll
·         Gramedia, Kompas, mizan, ufuk,  Jawa Pos, dll
·         PT KAI, Garuda Indonesia, Batavia air, lion air
·         Hotel Ibis, Novotel, Sari Pan Pacific, dll


E Learning


1.                   Apa itu layanan elektronis berbasis terminologi E-Learning

Dunia Pendidikan merupakan pintu bagi semua ilmu pengetahuan. Seiring dengan perkembangan teknologi, maka metodologi pembelajaran sudah berkembang pesat. Pembelajaran tidak hanya terpaku harus bertemu face to face antara pendidik dan muridnya, tugas-tugas yang dulunya harus dikumpulkan di print-out, sekarang sudah berorientasi paperless. Penggunaan intranet-internet sudah banyak diaplikasikan pada sebagian besar perguruan tinggi dan sebagian SLTA-SLTP dalam menunjang kegiatan belajar mengajarnya.
Deskripsi serta gambaran diatas merupakan salah satu penjabaran electronic learning yang dikembangkan oleh banyak institusi pendidikan.

Dari beberapa pengertian e-learning, dapat disarikan pengertian e-learning, antara lain

(Wikipedia)
Sistem pembelajaran elektronik atau e-pembelajaran (Inggris: Electronic learning disingkat E-learning) adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan.
(gunadharma.ac.id)
E-learning adalah pembelajaran (distance learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet.
E-learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas
Sebelum kata e-Learning menjadi populer banyak istilah yang telah digunakan seperti contoh berikut ini:
·                     Pembelajaran jarak jauh (open distance learning).
·                     Pembelajaran berbasis web (web based training).
·                     Pembelajaran berbasis komputer (computer based training).
·                     Pembelajaran berbasis teknologi (technology based training).
·                     Pembelajaran secara online (online learning).
 

2.                   Jelaskan Alur /proses Bisnis/mekanisme kerja sistem 
E-learning mulai berkembang pesat setelah web 2.0
eLearning 2.0
Istilah e-Learning 2.0 digunakan untuk merujuk kepada cara pandang baru terhadap pembelajaran elektronik yang terinspirasi oleh munculnya teknologi Web 2.0.
Web 2.0, adalah sebuah istilah yang dicetuskan pertama kali oleh O’Reilly Media pada tahun 2003, dan dipopulerkan pada konferensi web 2.0 pertama di tahun 2004. Sistem konvensional pembelajaran elektronik biasanya berbasis pada paket pelajaran yang disampaikan kepada siswa dengan menggunakan teknologi Internet (biasanya melalui LMS). Peran siswa dalam pembelajaran terdiri dari pembacaan dan mempersiapkan tugas. Kemudian tugas dievaluasi oleh guru. Sebaliknya, e-learning 2.0 memiliki penekanan pada pembelajaran yang bersifat sosial dan penggunaan perangkat lunak sosial (social networking) seperti blog, wiki, podcast dan Second Life. Fenomena ini juga telah disebut sebagai Long Tail learning. Selain itu juga, E-learning 2.0 erat hubungannya dengan Web 2.0, social networking (Jejaring Sosial) dan Personal Learning Environments (PLE).
Perkembangan eLearning di Idonesia sejalan dengan perkembangan Infrastruktur TIK. Beberapa program pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi khususnya Infrasruktur adalah:
·                     1999-2000 Jaringan Internet (Jarnet)
·                     2000-2001 Jaringan Informasi Sekolah (JIS)
·                     2002-2003 Wide Area Network Kota (WAN Kota)
·                     2004-2005 Information and Communication Technology Center (ICT Center)
·                     2006-2007 Indonesia Higher Education Network (Inherent)
·                     2007-skrg Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas)
·                     2008-skrg Southeast Asian Education Network (SEA EduNet)
Untuk aplikasinya di dunia pendidikan, dikenal adanya;
• computer based learning (CBL) yaitu pembelajaran yang sepenuhnya menggunakan komputer; dan
• computer assisted learning (CAL) yaitu pembelajaran yang menggunakan alat bantu utama komputer.
Seiring dengan perkembangannya. Namun pada prinsipnya teknologi tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
• Technology based learning, dan
• Technology based web-learning.
Technology based learning ini pada prinsipnya terdiri dari Audio Information Technologies (radio, audio tape, voice mail telephone) dan Video Information Technologies (misalnya: video tape, video text, video messaging).
Sedangkan technology based web-learning pada dasarnya adalah Data Information Technologies (misalnya: bulletin board, Internet, e-mail, tele-collaboration).

3.                   Implementasi ada dimana saja ???

Mengenai Implementasi e-learning, dapat terlihat pada sebagian besar perguruan tinggi, meski belum semuanya namun sudah sangat banyak yang menggunakan e-learning. Dalam hal ini dapat kita lihat pada web dari tiap universitas, meski secara objektif dapat kita nilai bahwa tidak sepenuhnya berfungsi dan berjalan seperti idealnya


4.                   Dampak secara ekonomi

Secara Umum, e-learning masih sebagai penunjang sarana pendidikan. Terutama di Indonesia, karena jika di implemenatsikan secara penuh maka tidak ada contro terhadap mahasiswa, berbeda dengan di negara maju yang inisiatif  mahasiswanya mempunyai komitmen yang tinggi. Namun secara ekonomi tentunya banyak waktu yang dihemat karena tatap muka dan komunikasi dapat dilakukan secara virtual.

 
5.                   Berapa banyak Institusi pendidikan di Indonesia yang sudah mengadopsi.
Institusi pendidikan di Indonesia teruatama perguruan tinggi sudah banyak yang memanfaatkan layanan ini, seperti pada deskripsi sebelumnya, seperti, ITB, ITS, UI, UGM dsb